Jumat, 18 Agustus 2017
Home / Artikel / Aplikasi Dapodik, PMP, e-Rapor dan Permasalahannya
Aplikasi Dapodik Untuk SD-SMP-SMA-SMK-SLB. Aplikasi Dapodik Paud Untuk TK-KB.

Aplikasi Dapodik, PMP, e-Rapor dan Permasalahannya

Bagi banyak pihak di sekolah terutamanya Tata Usaha, Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, serta Guru yang menjadi operator sekolah, Aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan), Dapodik PAUD dan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) sudah tidak asing lagi. Secara singkat, aplikasi Dapodik dan PMP serta yang sekarang baru diluncurkan yaitu e-Rapor merupakan aplikasi resmi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (DitJen DikDasMen) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD-DIKMAS) yang memiliki tujuan menyatukan semua data pendidikan. Menggunakan sistem semi online, database awal sekolah (data prefill) diambil dari server pusat secara online melalui jaringan agar dapat digunakan di server lokal (sekolah), kemudian pengisian data dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil pengisian data dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (sinkronisasi).

Tulisan ini berlatar belakang permasalahan yang sering saya jumpai ketika berhubungan dengan pihak sekolah berkaitan dengan troubleshoot dalam menggunakan aplikasi Dapodik dan PMP, dengan harapan semoga dapat menjadi informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Permasalahan yang paling sering muncul adalah lambatnya akses aplikasi tersebut, terlebih jika diakses bersama-sama dalam jaringan. Hal ini terjadi karena spesifikasi perangkat yang digunakan oleh sekolah masih jauh di bawah standar yang direkomendasikan. Aplikasi Dapodik dan PMP digunakan oleh jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Untuk jenjang pendidikan TK dan Kelompok Bermain (KB) menggunakan aplikasi Dapodik Paud.

Aplikasi Dapodik, PMP dan e-Rapor Itu Apa?

Sistem Aplikasi Dapodik adalah aplikasi penjaring data pokok pendidikan pada kelompok jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Entitas data pokok tersebut meliputi sekolah termasuk sarana dan prasarana, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Peserta Didik dan Proses Pembelajaran di dalam rombongan belajar (Rombel).

Aplikasi PMP dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kaidah-kaidah Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri. Di dalam aplikasi PMP tersedia kuesioner untuk setiap stakeholder sekolah yang digunakan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Sedangkan Aplikasi e-Rapor sudah saya sampaikan sebelumnya dalam tulisan Aplikasi e-Rapor SMA Untuk Penilaian Di Kurikulum 2013.

Mengapa Sekolah Harus Menggunakan Aplikasi Dapodik?

  • Berdasarkan Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 serta Surat Edaran Menteri mengenai aplikasi pendataan di lingkungan Kemendikbud, dinyatakan bahwa Aplikasi Dapodik merupakan aplikasi resmi yang digunakan untuk menjaring data pokok pendidikan dasar dan menengah.
  • Data dari Aplikasi Dapodik akan digunakan sebagai acuan data dalam program-program Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar dan menengah seperti: pemberian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), tunjangan guru, Ujian Nasional, dan program-program lainnya. Oleh karena itu sekolah harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan Dapodik.

Apa Akibatnya Jika Sekolah Menolak Menggunakan Aplikasi Dapodik?

Data Aplikasi Dapodik digunakan sebagai acuan data dalam program-program Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar. Apabila sekolah tidak berpartisipasi aktif, maka sekolah akan rugi karena data milik mereka tidak akan sampai ke Kemendikbud. Sekolah tersebut otomatis tidak akan tersentuh program-program Kemendikbud.

Spesifikasi Minimal Menjalankan Aplikasi Dapodik, PMP, dan e-Rapor

Untuk dapat menjalankan aplikasi Dapodik, spesifikasi perangkat keras yang diperlukan yaitu: Processor minimal Pentium Core Duo, Memory minimal 2 GB, Storage tersisa minimal 400 MB, CD/DVD drive jika instalasi melalui media CD/DVD, Layar Monitor dengan resolusi minimal 1024 x 768. Untuk dapat menjalankan aplikasi Dapodik, spesifikasi perangkat lunak yang diperlukan yaitu: Microsoft Windows Operating System: Windows 7 32 & 64 Bit, Windows 8 32 & 64 Bit, Windows 8.1 32 & 64 Bit, Windows 10 32 & 64 Bit, Browser Internet Modern: Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Comodo, UC Browser.

Bagaimana Idealnya Menjalankan Aplikasi Dapodik, PMP dan e-Rapor?

Mengupgrade spesifikasi PC atau laptop (idealnya menggunakan PC daripada laptop) yang digunakan, atau mengganti PCyang digunakan sehingga diperoleh spesifikasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang ideal. Rekomendasi saya adalah:

  • Processor Intel Core i-3
  • Memory 4 GB
  • Storage 500 GB
  • CD/DVD drive jika instalasi melalui media CD/DVD
  • Layar Monitor dengan resolusi minimal 1024 x 768, sebaiknya menggunakan jenis LED
  • Windows 7 Professional 64 Bit
  • Browser Google Chrome

Referensi:

(Penulis adalah Staf Teknisi Kantor YBHK)