Jumat, 24 Mei 2019
Home / Artikel / Napak Tilas Yayasan Bunda Hati Kudus Dan Sekolah-Sekolah Asuhannya

Napak Tilas Yayasan Bunda Hati Kudus Dan Sekolah-Sekolah Asuhannya

Pada Awal Mula

Fenomena gedung sekolah yang berdampingan dengan gedung gereja di paroki, berkaitan erat dengan fungsi “magisterium” Gereja Katolik yang menerima tugas mewartakan penyelamatan Allah Bapa kepada semua manusia. Tugas ini diterima Bunda Gereja dari Pendiri Ilahinya Kristus, sebelum berpindah dari dunia: “Pergilah, jadikan semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu (Mat.28;19-20).

Dengan latar belakang di atas, pada tahun 1935, bersamaan waktu dengan berdirinya paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran, atas prakarsa Pastor Brocker, MSC, dibuka SR (Sekolah Rakyat) Tarcisius (sekarang SD Tarsisius 1) dengan kepala sekolahnya Bruder Thaddeus dari Tarekat Aloysius. Menyusul tahun 1958, dirintis TK Maria Fatima, pimpinan Ibu A.M.S. Supriyo disusul SR Bintang Timur, dipimpin Ibu Tjan.

Pada tahun 1963, Pastor Brower, MSC, sebagai kepala paroki Kemakmuran, mempercayakan Pendidikan formal kepada Yayasan Perguruan PAX, yang dipimpin Bpk. Y. Oentoe (alm). Yayasan ini mengelola TK PAX (dari TK Maria Fatima) pimpinan Ibu A.M.S Supriyo, SD PAX (dari SD Bintang Timur) pimpinan Ibu Tjan (alm), diteruskan oleh Bpk. FX Soeparmo, SMP PAX dipimpin oleh Bpk. A.Reinwaren (Alm) dilanjutkan Bpk. VAT Simbolon. Pada tahun yang sama didirikan SD Bintang Kejora untuk anak-anak puteri, yang dipimpin oleh Sr. Gabriela, JMJ.

Atas prakarsa Pastor Browers, MSC, yang dilanjutkan oleh Pastor J. Alkemade, MSC, pada tahun 1964, dimulai TK dan SD Damai di Stasi Kapung Duri, dipimpin oleh Ibu Lidwina Bong Djie Lan. Tahun 1969 menyusul SMP Damai, pimpinan sementara Ibu Lidwina Bong Djie Lan, diteruskan oleh Bpk. Anton Corebima.

Tahun 1975, atas prakarsa Pastor J. Alkemade, MSC, dirintis pembukaan SMA Tarsisius (siang hari) di Kemakmuran, dipimpin Bpk. F.J.A. Renyut.

Penyerahan Beruntun

Dalam dasawarsa 1970-1980, terjadi penyerahan beruntun beberapa sekolah kepada PGDP Bunda Hati Kudus Paroki Kemakmuran. Tahun 1972, Yayasan Perguruan PAX menyerahkan TK, SD, SMP PAX kepada PGDP Paroki Kemakmuran pimpinan Pastor J. Alkemade, MSC. Tahun 1974, menyusul bruder-bruder Tarekat Aloysius menyerahkan SD Tarsisius dengan Kepala Sekolah Ibu C. Paila Loho. Tahun 1975, TK, SD, SMP Paula, yang dikelola awam Katolik, berintegrasi kedalam TK, SD, SMP PAX. Tahun 1978, SMP Xaverius, yang bersekolah siang hari dikomplek Kemakmuran, diserahkan oleh Yayasan Batanghari kepada PGDP Paroki kemakmuran, pimpinan Pastor J. Mengko, MSC. SMP ini berganti namanya menjadi SMP Tarsisius pimpinan Ibu Ir. Maria Justina Setiadi/Mandi.

12 Januari 1981, Hari Senin

Mendahului pembukaan unit sekolah Damai di Stasi Kampung Duri Tahun 1964, sudah terbentuk Yayasan Bunda Hati Kudus, tepatnya pada tanggal 2 Agustus 1964 oleh PGDP Paroki Kemakmuran. Namun Yayasan ini belum berbadan hukum. Dengan adanya unit sekolah Damai, unit sekolah Tarsisius dan unit sekolah PAX di bawah PGDP Paroki Kemakmuran, situasi terkondisi untuk berdirinya sebuah Yayasan berbadan hukum, yang akan mengelola sekolah-sekolah tersebut, sesuai peraturan Pemerintah.

Didahului pertemuan-pertemuan PGDP Roma Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran pimpinan Pastor J.A. Palit, MSC disusul Lokakarya para Guru/Karyawan di Cisarua-Bogor, pada liburan Natal tahun 1980/1981, dipimpin Pastor Pius Bwariat, MSC, dengan nara sumber Dr. J. Riberu, maka pada hari Senin, 12 JANUARI 1981, di hadapan Notaris Helena Kuntoro, SH, dengan akte Notaris No. 15, Yayasan Bunda Hati Kudus, secara resmi berbadan hukum dengan Badan Pembina, Ketua : Pastor Julius Atanasius Palit, MSC, dan Anggota: Ibu Dra Corda Bong Soen Nyiun (alm), dan Ibu Milly Karmila Sareal, SH. Badan Pengurus Harian, Ketua: Pastor Pius Bwariat, MSC, Sekretaris: Ibu Yung Im Pauw, Bendahara: Ibu Maria Yustina Setiadi/Mardi. Peringatan HUT Yayasan, lantas dijatuhkan pada tiap tanggal 12 Januari.

Dasawarsa Menjelang Lustrum ke-3

Dalam pembangunan fisik (gedung) dan pertambahan unit sekolah baru, dapat dicatat beberapa peristiwa yang terjadi dalam dasawarsa 1984/1985-1996/1997, menjelang peringatan Lustrum III.

Tahun 1988, dibangun kompleks sekolah baru di Jl. Batu Sari Raya No. 12, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tahun ajaran 1989/1990, siswa-siswi SD, SMP Pax dan siswa kelas 1 SMA Tarsisius II yang dipersiapkan di Kemakmuran, hijrah dari kompleks Kemakmuran yang padat huni ke kompleks baru tersebut. Semenjak itu, unit-unit sekolah di Kemakmuran bernama Tarsisius I, dipimpinan masing-masing oleh ibu Stefani Sukmawati untuk TK, Ibu Veronika Poluan untuk SD, Ibu Engeline Mengko untuk SMP dan Bpk Anton Corebima untuk SMA. Unit-unit sekolah di Kebon Jeruk bernama Tarsisius 2; TK dipimpin oleh ibu Imelda Swanti Ongawan, SD oleh Bpk FX Soeparmo, SMP oleh Bpk. Vincent Sihotang dan SMA oleh Bpk T. Soekartono. Karena banyak calon siswa SMA Tarsisius II tidak tertampung pada kelas pagi hari, maka tahun 1990/1991 dibuka unit SMA Tarsisius 2 siang yang diproyeksi menjadi SMA Vianney.

Pada tahun 1991, sewaktu Br.Wilfried S MSC menjadi Ketua Yayasan, SMA Tarsisius 2 siang berganti namanya menjadi SMA Vianney (siang hari) dengan pimpinan BPk Siprianus Tubun. Tahun ajaran 1992/1993, TK Tarsisius 2 dan SMA Vianney berpindah dari kompleks Tasisius 2 ke gedung perkantoran Yayasan di Jln Kebon Jeruk Raya No. 19.

Tahun 1992, di kompleks sekolah Damai, Kampung Duri, Jakarta Barat, dibuka jenjang SMA Damai untuk menampung siswa-siwi SMP Damai yang selama ini tidak tertampung semuanya di SMA Tarsisius 1, Kemakmuran. Sebagai pimpinan ditunjuk ibu CH Megawati.

Tahun 1994, dibangun kompleks sekolah Vianney di Jln Pondok Randu, Kel Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng untuk memindahkan SMA Vianney yang berlokasi sementara di Jebon Jeruk Raya. Di kompleks baru yang mulai digunakan pada tahun ajaran 1995/1996, terdapat TK, SD, SMP, SMU Vianney dengan kepala sekolah Ibu E.Ngui Djok Fun untuk TK, Ibu Veronika Poluan untuk SD, Bpk A.Monang Damanik untuk SMP, Bpk Siprianus Tubun untuk SMA dan Bpk Chritoforus Bua untuk Lembaga Pendidikan dan Latihan Keterampilan Kerja Bunda Hati Kudus (LPLKK) yang didirikan tahun 1993.

Tahun 1995, didahului pembicaraan intensif antara ketua Yayasan Br Wilfried MSC dengan pimpinan Developer Villa Regency II Tangerang, dan disetujui oleh Badan Pembina Yayasan, pimpinan pastor J.S.Sukmana MSC, dirintis pembukaan unit sekolah Tarsisius Tangerang.Tahun ajaran 1995/1996 dibuka TK Tarsisius Tangerang pimpinan ibu Maria Sukiswati. Untuk sementara TK ini menempati dua buah rumah di kompleks tersebut. Tahun ajaran 1996/1997, kompleks sekolah Tarsisius Tangerang mulai digunakan dengan TK dipimpin Ibu Maria Sukiswati, SD dipimpin oleh Bpk Theo L. Kolin, SMP dipimpin oleh Ibu Agustina Purwaningsih , SMA dipimpin oleh Bpk Vicent Sihotang dan Kepala unit Bpk Aroby Javlean.

Pembukaan sekolah Bunda Hati Kudus Semarang berawal dari keinginan Bpk Ir Koesnoto, pimpinan PT Graha Padma Internusa (GPI) yang mau membuka sebuah sekolah yang bermutu di kompleks perumahan GPI sebagai sarana untuk para warga. Setelah gagal melobi beberapa yayasan katolik di Semarang, melalui Bpk Ir Henry Karnadi dari PT Kwinto Viratus (KV), keinginan pimpinan GPI di atas disampaikan kepada Br Wilfried S MSC sebagai Ketua Yayasan BHK pada akhir tahun 1995. Melalui peninjauan lokasi bersama Ketua Badan Pembina Pastor J.S. Sukmana MSC dan pertemuan-pertemuan yang intensif dengan pimpinan PT GPI dan PT KV, YBHK menerima tawaran membuka TK di kompleks perumahan GPI yang akan dilanjutkan dengan SD, SLTP dan SMU sebagai suatu sekolah yang terpadu.

Pada bulan Juli 1997, dengan jumlah murid 12 orang, TK BHK Semarang memulai kegiatan belajar mengajar dipimpin oleh Bpk Salvator Loho sebagai Kepala Unit Operasional dan Ibu Anastasia Ratminarsih sebagai Kepala TK. Pada tahun ajaran 1999/2000, SD BHK Semarang dengan Kepala Unit Bpk Agustinus Kristiyanto dan Ibu Erania Benedicta Dhiu sebagai Kepala SD. Dan pada tahun ajaran 2011/2012 dibuka SMP dengan Bpk Lodewijk Runtu sebagai Kepala Sekolah merangkap sebagai Kepala Unit.

Dengan Hati Berbunga

Tidak dapat disangkal perkembangan Yayasan Bunda Hati Kudus dan unit-unit sekolahnya di ambang abad ke-21 pertama-tama atas rahmat penyelenggaraan Tuhan, Bapa Yang Maha Kasih. “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” (Mzm:127:1) Kepada-Nya kita bermadah-puji dan berhunjuk-syukur, selamanya!

Perkembangan dan pembaruan adalah juga buah dari semangat pionir Peletak dasar: Para Pastor Tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC), Bruder, Suster dan Awam Katolik, serta dedikasi Injili para Perintis dan Pendahulu yang tidak dapat disebut namanya satu per satu.

Akhirnya dengan hati berbunga kita haturkan: Terima Kasih Kepada Para Perintis dan Pendiri Yayasan Bunda Hati Kudus.

(Bahan diambil dari tulisan Bpk Yoseph Kedang – mantan Pengurus YBHK – dalam buku kenangan ulang tahun yayasan BHK ke-25 dan dilengkapi oleh Bpk Cyprianus Tubun dari berbagai sumber).