Skip to content

ICT dalam Pelayanan Pendidikan di YBHK

-
Penulis: 
Stephanus Ngamanken

Sesuai rencana operasional Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK) Tahun 2008, pada awal tahun pelajaran telah diadakan pelatihan untuk pelatih (training for trainer) tentang Adobe Photoshop dan Macromedia Flash. Pelatihan tersebut menggunakan instruktur dari Lecturer Resourse Centre Universitas Bina Nusantara yang diikuti oleh 38 orang guru dan karyawan yang kemampuannya di atas rata-rata dalam bidang komputer.
Pada tanggal 13 September 2008 lalu, alumni Training for Trainer tersebut telah bergerak melaksanakan tugasnya untuk melatih para guru dan karyawan YBHK yang dimulai dari Unit Persekolahan Damai.
 

Pelatihan Adobe Photoshop guru-guru SMP dan SMA Damai oleh alumni Traing for Trainer yaitu Imam Teguh Winduharto (sedang menjelaskan di depan) dan Yohana Sumini (berdiri di tengah ruangan).

Pelatihan Adobe Photoshop dan Macromedia Flash tersebut diselenggarakan secara serempak di semua sekolah asuhan YBHK yang dikoordinir secara desentralisasi oleh Kepala Unitnya masing-masing.
Di tinjau dari proses pelaksanaan pelatihan di Unit Persekolahan Damai dapat disimpulkan bahwa antusiasme para guru dan karyawan dalam mengikuti pelatihan ICT sangat tinggi. Bagaimana tidak antusias, pelatihan yang diprogrtamkan oleh Biro Perlitdik selama 5 jam, mereka laksanakan menjadi 9 jam.
Sesuai rencana Ibu Agustina Purwaningsih selaku Kepala Unit Damai, pelatihan Adobe Photoshop seharusnya dilaksanakan pada hari Sabtu 13 September 2008 dari jam 08.00 s/d 14.00. Rupanya sehari sebelum pelatihan, para peserta dan trainer sepakat dan mengadakan pelatihan pemanasan selama tiga jam setelah bubar jam pelajaran sekolah. Tiga jam mengikuti pelatihan dari sisa tenaga setelah mengajar delapan jam, dan tidak disupport dengan snack atau honor trainer merupakan prestasi yang tidak bisa dianggap kecil. Tetapi selain percaya bahwa bekerja adalah ibadah, yakinlah kata mutiara manajemen yang mengatakan, “Berikanlah yang terbaik kepada instansi, maka yang terbaik itu akan kembali kepada Anda sendiri.”
Pengertian ICT
ICT (Information and Communication Technology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah teknologi digital atau analog lainnya yang memungkinkan pengguna menciptakan, menyimpan, menampilkan kembali, dan mengkomunikasikan informasi dalam jarak yang tidak terbatas. Komunikasi informasi tersebut disampaikan lewat teknologi berupa komputer, televisi, laptop, radio, kaset audio, kamera digital, DVD, CD player, handphone, dan sebagainya.
ICT bergerak sangat cepat mempengaruhi perkembangan jaman dan memberikan kesempatan luas bagi setiap orang untuk berkreasi. Di satu pihak kreasi tersebut dapat digunakan untuk menghancurkan dunia atau tujuan kejahatan. Di pihak lain, kreasi tersebut juga dapat digunakan untuk memberikan sumbangan berarti bagi kemanusiaan, termasuk pendidikan.
Di luar perakitan, jaringan, dan sistem aplikasi komputer; ada 12 kompetensi dasar yang sekaligus merupakan prasyarat untuk bisa berkreasi melaui ICT. Ke-12 kompetensi yang dimaksudkan adalah mencari (searching), mengkoleksi (collecting), menciptakan (creating), berbagi (sharing), mengkomunikasikan (communicating), mengkoordinasikan (coordinating), mengadakan pertemuan (meeting), mensosialisasikan (socializing), mengadakan evaluasi (evaluating), jual beli (buying-selling), permainan (gaming), dan belajar secara online (online learning).
Di YBHK, ke-12 kompetensi dasar ICT tersebut di atas telah diprogramkan dalam Renop untuk dikuasai oleh para guru dan karyawan secara keseluruhan. Jadi 12 kompetensi itu (kecuali merakit, jaringan, dan sistim aplikasi komputer) bukan hanya dikuasai para guru komputer dan teknisi secara eksklusif. Melainkan harus dikuasai oleh seluruh guru dan karyawan demi pelayanan sempurna (service excellence) kepada stakeholders dan peningkatan mutu pelayanan pendidikan kepada peserta didik sebagai pelanggan. Setiap guru dan karyawan harus sadar bahwa belum pernah ada dalam sejarah, begitu banyak informasi di ujung jari-jari kita masing-masing.

Pembelajaran ICT di Sekolah
Tujuan pembelajaran ICT di sekolah (kepada peserta didik) bukan semata untuk menguasai software pengolah kata, atau bisa menggambar (animasi) dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya sehingga setelah lulus peserta didik bisa langsung diterima oleh perusahaan. Tujuan pembelajaran ICT di sekolah lebih condong kepada mempelajari suatu teknologi dan perkembangan teknologi itu sendiri. Jadi bukan produk ICT-nya yang dipelajari, melainkan semangat yg muncul dalam mempelajari produk ICT itu ditumbuhkembangkan kepada pada setiap peserta didik.
Jika pendidik menumbuhkembangkan semangat peserta didik untuk belajar dan bereksplorasi maka tools apapun yang digunakan tidak menjadi masalah. Mau menggunakan produk Microsoft atau free software, juga tidak masalah.
Sebelum sistem pembelajaran di sekolah didukng dengan Internet (e-Learning/electronic learning), sudah ada sistem pembelajaran yang didukung dengan aplikasi komputer yang diberi nama computer aided learning (CAI). Pada CAI, materi pelajaran tidak dapat di up- date setiap saat dan softwarenya didistribusikan lewat diskette atau CD. Sedangkan pada e-Learning, pembelajaran dilakukan secara on-line lewat Internet.
Selain bisa belajar jarak jauh, e-Learning juga memberikan hasil evaluasi belajar dan proses administrasi pembelajaran secara on-line yang dapat diaccess lewat HP (Hand Phone), Notebook (laptop) atau Komputer yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Masing-masing peserta didik menerima materi pelajaran melalui Internet sesuai jadwal pelajaran yang diikutinya. Jika siswa telah membuka, mempelajari, dan menutup materi pelajaran tersebut di Internet maka otomatis tanda absensi siswa tersebut terkirim ke sistem e-Learning. Di Universitas Bina Nusantara, dari 13 kali pertemuan setiap mata kuliah per semester, 4 kali pertemuan adalah e-Learning tanpa tatap muka.

Suasana Pembelajaran di Universitas Bina Nusantara: di setiap ruang belajar ada mic dan OHP, LCD dari atap ruangan yang dioperasikan oleh staf pengajar melalui PC. (foto: Stephanus Ngamanken)

Pada e-Learning, peserta didik adalah pusat sistem pembelajaran , dan guru hanya sebagai salah satu pendukung proses pembelajaran. Perkembangan ICT saat ini turut menunjang penggunaan e-Learning dalam peningkatan pelayanan dalam pendidikan.
Pembelajaran ICT di sekolah-sekolah YBHK bisa dinilai melalui sarana Lab Komputer yang semakin canggih mulai tahun pelajaran sekarang ini, penampilan Web-nya yang interaktif, dan perpustakaan onlinenya yang sedang dalam penyelesaian. Namun satu hal yang membuat gereget adalah Sekolah Sang Timur, tetangganya Unit Tarsisius II dan Unit Vianney mulai tahun pelajaran sekarang ini telah menggunakan pembelajaran dengan LCD di ruang kelas. Mengapa Sang Timur bisa dan Tarsisius tidak bisa?
 
                    Foto Pembelajaran melalui Laptop yang diproyeksikan ke satu layar LCD

Bukan dengan semangat bersaing, karena para biarawati Sang Timur pemilik Sekolah Sang Timur juga saudara kita tetapi, demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan maka pada tahun ini juga YBHK harus punya semangat untuk mengadakan pembelajaran dengan LCD di ruang kelas. Mungkin sudah saatnya para guru diberi kredit lunak untuk membeli Laptop pribadi, sedangkan yayasan mengusahakan LCD-nya di ruang kelas. Dengan Laptop guru dan LCD yayasan itu maka terjadilah pembelajaran dengan menggunakan ICT di ruang kelas. Harus ada tokoh yang tampil di depan mempropokasi cita-cita ini, dan semoga semua pihak
 
Pembelajaran melalui Laptop yang diproyeksikan ke dalam tiga layar LCD

mendukung demi nilai kemanusiaan, khususnya demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di 22 sekolah YBHK (Peliput: Stephanus Ngamanken)

Direktori

| " | A | B | C | D | E | F | G | H | I | K | L | M | O | P | R | S | T | U | V | W | Y
glqxz9283 sfy39587p06