PARA PATER YESUIT, SELAMAT DATANG DI YBHK, Ad Majorem Dei Gloriam
(Penulis: Stephanus Ngamanken)
Pada tanggal 22 Desember 2006, berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Pendiri/Pembina YBHK di bawah Notaris, dua orang pastor dari Ordo Serikat Yesus (Yesuit) telah diangkat menjadi anggota Pembina Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK). Keputusan Pendiri/Pembina dalam mendatangkan para Pater Yesuit ke YBHK, merupakan kolaborasi yang sangat tepat dan mengagumkan, sebab Jesuit telah mempunyai reputasi seantero dunia dalam pengelolaan pendididikan selama setengah abad terakhir.
Santo Ignasius Loyola, Pendiri Serikat Yesus
(Foto: Jesuit Wikipedia)
Pengantar
Pastor Ign. Soesilasoewarna, MSC. (Romo Soesila) adalah Pastor Kepala/Ketua Dewan Paroki BHK Kemakmuran ex officio Ketua Pembina YBHK. Sedangkan kedua pastor Yesuit yang diangkat menjadi anggota Pembina YBHK adalah Pastor Markus Sjamsul Wanandi, SJ. (Romo Markus) dan Pastor Ignatius Sumarya, SJ. (Romo Sumarya).
Para Pembina YBHK tersebut di atas adalah orang-orang yang memiliki wawasan berkelas internasional sebab mereka bertiga selaku imam telah berpindah-pindah tugas dari negara satu ke negara yang lain.
Romo Soesila pernah di Australia, dan bertahun-tahun tinggal di Pancis selaku imam. Romo Markus juga bertahun-tahun tinggal di Eropah selaku imam. Dan Romo Sumarya adalah pengelola/direktur Kolse Kanisius Jakarta, sekolah nomor dua terbaik di Indonesia meskipun nomor satunya belum ada.
Kedua Pastor Jesuit yang bersedia menjadi pembina YBHK tersebut memiliki pengalaman dalam bidanfg pendidikan yang tidak diragukan. Romo Markus 7 tahun menjabat Ketua Yayasan Pendidikan di Timor Timur, pernah mengelola Kolose Loyola Semarang, dan sampai sekarang masih menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Strada dan Ketua Komisi Pendidikan KAJ. Di kalangan pengusaha yang membisniskan pendidikan, beliau lebih dikenal sebagai saudara kandung Sofjan Wanandi, pengusaha kelas kakap Indonesia yang go international.
Romo Markus S. Wanandi, SJ. dalam pertemuan dengan para Kepala Biro
dan Korlok Se-YBHK (Foto: stephanus ngamanken)
Romo Sumarya, selaku direktur Kolose Kanisius memang 24 jam tinggal di Kolose Kanisius, sekolah Indonesia yang melegendaris.
Romo Ignatius Sumarya, SJ. dalam pertemuan pertama dengan karyawan kantor YBHK (Foto: stephanus ngamanken)
Romo Ignatius Sumarya, SJ. dalam pertemuan pertama dengan karyawan kantor YBHK
(Foto: stephanus ngamanken)
1. Siapa Yesuit
Yesuit didirikan pada 1540 oleh sepuluh orang yang tediri dari orang Spayol, Prancis, dan Portugis dengan motto, Ad Majorem Dei Gloriam sebuah kalimat dalam bahasa Latin artinya adalah Untuk Kemuliaan Allah yang Lebih Besdar. Jarak usia dari yang termuda dengan tertua dalam kelompok pendiri Jesuit ini adalah dua puluh empat tahun. Latar belakang ekonomi dan keluarga juga menciptakan jurang pemisah yang sama lebarnya.
Pierre Favre adalah seorang anak petani Prancis yang miskin. Fransiscus Xaverius adalah seorang bangsawan Basque dari Navarre yang dibesarkan di kastil keluarga. Diego Leines, orang Castilia, juga kaya. Leines merupakan cicit seorang Yahudi dan karenanya mendapat sebutan Kristiani Baru di Spanyol yang dijangkiti penyakit anti-Smit pada zaman iquisisi yang kejam. Orang-orang Kristiani Baru tidak diizinkan memasuki serikat religius yang besar, dan lebih ironis lagi ia menggantikan Loyola menjadi jenderal Yesuit yang kedua.
Puing Katedral Macau, satu di antara begitu banyak katedral yang dibangn oleh Yesuit di Asia pada abad 16-17 (Foto: Jesuit Wikipedia)
Grup inti ini pelan-pelan terbentuk sewaktu mereka tengah menempuh studi untuk pascasarjana di Universitas Paris, yang waktu itu merupakan sistem universitas yang paling bergengsi seantero dunia. Di universitas ini, Diego Laines dikenal sebagai orang yang dianugerahi akal yang luar biasa, hamper bersifat illahi, yang boleh dikata secara ajaib menyelami segala yang serba subtil dalam berbagai cabang pengetahuan. Sedangkan Ignatius Loyola memiliki anugerah dalam hal kefasihan lidah dan pengetahuan.
Setiap orang tahu mengapa McDonald, Singapore Airline, atau Coca-Cola menjadi terkenal. Akan tetapi merek Yesuit sering hanya mengingatkan orang pada sekumpulan campur-aduk fakta, anekdot, dan gambaan yang tidak saling berhubungan. Sebutan pas untuk lawan yang licik dalam negosiasi, Yesuitis merupakan gambaran tentang seorang imam yang dimasukkan kedalam mobil van polisi ketika mereka menangani demonstrasi memprotes Perang Vietnam. Atau tentang seorang imam lain yang mengundurkan diri dari Kongres atas permintaan Paus yang tidak setuju, atau tentang imam lain lagi yang dibantai tentara El Savador.
2. Karya Yesuit di Dunia Internasional
Setelah Yesuit berumur satu generasi, mereka menjadi institusi yang paling berpengarh di dunia dalam jenisnya yang tersendiri. Yaitu, mereka menjadi orang-orang kepercayan raja Eropah, kaisar Ming di China, shagun di Jepang, kaisar Mughal di India. Meskipun telah menduduki reputasi sespektakuler tersebut, Yesuit dengan energi yang tak kenal istirahat, tampaknya lebih puas meneliti tapal batas kekaisaran dari pada tinggal di istana para maharaja.
Pada akhir abad kedelapan belas, tujuh ratus sekolah menengah dan kolose Yesuit tersebar di lima benua. Menurut satu estimasi, para Yesuit mendidik 20 persen dari semua orang Eropah yang menuntut pendidikan tinggi klasik. Para Yesuit di Eropah dan kolega-kolega mereka di kawasan darat yang lebih jauh saling menopang usaha masing-masing dalam suatu hubungan simbiotis yang kaya. Para astronom dan pakar matematik Yesuit di Roma menyuplai para Yesuit di China dengan kemampuan keterampilan teknis untuk merebut prestise dan pengaruh yang belum ada presedennya di negeri itu. Mereka juga tampil sebagai kepala biro astronomi, pembaru kalender, dan penasehat pribadi maharaja.
Boston College is the home to the world's largest Jesuit community
(Foto: Dok Wikipedia)
Para Yesuit di pos terpencil membalas bantuan apa pun dari para kolega mereka di Eropah dengan memungkinkan mereka mengkilapkan mistik korporat mereka sebagai sarjana, perintis, yang mengisi tempat di manapun di seluruh dunia.
Para Yesuit Prancis dengan bangga mempersembahkan kepada raja Louis ke-XV atals China dalam edisi komprehensif pertama yang terbuat dari lempeng tembaga, yang disiapkan kolega-kolega mereka di China atas perintah Kaisar China. Orang-orang Eropah yang berpendidikan belajar tentang Asia, Afrika, dan Amerika melalui seribu karya tentang ilmu hayat dan geografi yang ditulis para Yesuit dari seluruh dunia.
Kiprah prestasi Yesuit bukan hanya di bidang akademis. Meskipun pertentangan agama yang tajam membuat pemisahan antara protestan dengan Katolik di Eropah yang penuh dengan suasana kontra reformasi tetapi para penderita demam dari penganut agama mana pun mengunakan pil kina distilasi dari apa yang secara luas dikenal sebagai kelika (kulit kayu) Yesuit. Sedangkan obat tetes Yesuit yang dibuat dari getah harum kapur barus meringankan mereka yang terserang gatal-gatal di kulit. Para Yesuit telah mempelajari obat-obatan herbal dari penduduk pribumi dunia baru.
Saat ini Yesuit merupakan ordo keagamaan terbesar dalam Gereja Katolik, anggotanya berjumlah 21.000 orang, mengelola 2000 institusi di lebih dari 112 negara di 6 benua, dengan pimpinan umum Peter Hans Kolvenbach. Ciri pelayanan Yesuit adalah bidang misi, hak asasi manusia, keadilan sosial, dan terutama di bidang pendidika. Kolose dan universitas Yesuit tersebar di seluruh dunia.
Yesuit menangani institusi pendidikan yang bermutu seperti Boston Coege: http://www.bc.edu, Cacisius College: http://www.canisius.edu, College of the Holy Cross: http://www.holycross.edu, Creighton University: http://www.creighton.edu, Gonzaga University: http://www.gonzaga.edu, Fairfield University: http://www.fairfield.edu, Fordham University: http://www.fordham.edu, Georgetown University: http://www.gerogetown.edu, John Carroll University: http://www.jcu.edu, Le Moyne College: http://www.lemoyne.edu, Loyola College Maryland: http://loyola.edu, Loyola Marymount University: http://www.lmu.edu, Loyola University Chicago: http://www.luc.edu, Loyola University New Orleans: http://www.loyno.edu, Marquette University: http://www.marquette.edu, Regis University: http://www.regis.edu, Rockhurst University: http://www.rockhurst,edu, Sint Josephs University: http://www.sju.edu, Saint Louist University: http://www.slu.edu, Saint Peters College: http://www.spc.edu, Santa Clara University: http://www.scu.edu, Seattle University: http://www.seattleu.edu, Spring Hill College: http://www.shc.edu, University of Detroit Mercy: http://www.udmercy.edu, University of Sanfrancisco: http://www.usfca.edu, University of Scranton: http://www.scranton.edu, Wheeling Jesuit University: http://www.wju.edu, Xavier University: http://www.xavier.edu.
Daftar alumni sekolah-sekolah Jesuit di Amerika Serikat antarantara lain Bill Clinton, Francois Mitterand, Antonin Scalia, Fidel Castro. Yesiut juga memiliki tim bola basket sekolah yang memperebutkan kejuaraan NCAA. Yesuit sedang berderap menuju ke hari ulang tahunnya yang kelima ratus. Sebagai bahan perbandingan, hanya enam belas di antara seratus perusahaan terbesar di Amerika Serikat dari tahun 1900 bertahan hidup untuk merayakan ulang tahunnya yang ke seratus.
Karya Yesuit di Indonesia
Karya Yesuit di Indonesia diawali pada pertengahan abad 16 oleh Santo Fransiskus Xaverius, SJ (Societas Jesu atau Serikat Yesus atau Yesuit) di Halmahera Utara, Maluku. Setelah itu disusul oleh Van den Elzen, SJ dan J. Palinckx, SJ pada tahun 1859. Disusul lagi oleh W.J.Staal, SJ tahun 1893 sebagai vikaris apostolik yang berkedudukan di Batavia.
Selanjutnya Pastor Van Lith, SJ berhasil membaptis 4 orang pribumi Indonesia pertama dari Desa Kalibawang, Jawa Tengah pada tanggal 20 Mei 1904. Selanjutnya Van Lith, SJ membaptis lagi sebanyak 171 orang pribumi pada tanggal 14 Desember 1904 di sebuah Mata Air (Sendang) dibawah pohon Sono, disingkat Sendang Sono, Muntilan, Jawa Tengah. Selanjutnya Van Lith, SJ juga mendirkan sekolah seminari menengah di Muntilan yang diyakini sebagai sekolah Katolik pertama di Hindia Belanda, sekarang Indonesia. Sekolah seminari tersebut akhirnya menghasilkan para imam Yesuit dari Indonesia yang pertama yaitu F.X Satiman, SJ, A. Djajasepoetra, SJ dan Albertus Soegijapranata, SJ. (Uskup pribumi pertama). Dan tidak kalah pentingnya, Julius Darmaatmadja, SJ telah diangkat menjadi Kardinal. Artinya, beliau bisa terpilih menjadi Paus dalam rapat pemilihan Paus (konklave). Yesuit memang spektakuler.
Di dalam bidang komunikasi, Yesuit menerbitkan Majalah Hidup, Majalah Basis, penerbitan Cipta Loka Caraka dan Kanisius, studio Sanggar Prativi, dan audiovisual Puskat. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Yesuit mengupayakan keadilan melalui karya-karya yang sudah dibuanya antara lain malaui pembinaan para sukarelawan pada Institut Sosial Jakarta (yang membidani berdirinya Serikat Guru Karyawan YBHK yang dibina oleh Pastor Sudrijanta, SJ, Titik, SH, dan Tigor, SH.) dan Jesuit Refugee Service Indonesia.
Di dalam bidang pendidikan, Yesuit memiliki Kolese Kanisisus dan Kolese Gonzaga di Jakarta, Kolese Loyola di Semarang, Kolese De Britto di Yogyakarta, Kolese Le Cocq dArmandville di Nabire-Papua, Kolese Mikael di Solo, ATMI St. Mikael di Solo, SMTIK-PIKA di Semarang, SPMA di Ambarawa, KPTT di Salatiga, AAK di Semarang, dan Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta. Selain itu, Yesuit juga memiliki pendidkan di tingkat novisiat di Kolose Stanislaus, Girisonta. Pendidikan filsafat di Kolese Hermanum, dengan tempat studi di STF Driyarkara, Jakarta. Pendidikan Teologi diadakan di Kolese Ignatius, Kota Baru, Yogyakarta dengan tempat studi teologi di Fakultas Teologi Wredhabakti Universitas Sanata Dharma.
Kesimpulan
Mengingat pengelolaan yayasan pendidikan Katolik di Indonesia beberapa tahun terakhir begitu dinamis, khususnya dalam penurunan jumlah siswa dan penutupan sekolah maka, keputusan Pembina Yayasan Bunda Hati Kudus untuk mengundang para Pater Jesuit yang profesional selama setengah abad terakhir dalam pengelolaan pendidikan harus didukung.
Pertemuan Biro Pendidikan YBHK dengan Pengurus Yayasan Strada oleh Romo Markus Wanandi
(Foto:stephanus ngamanken)
Meskipun demikian bantuan aspirasi, usulan strategik manajemen, tawaran budaya organisasi, studi banding, dan usulan patok duga (benchmarking) yang ditawarkan oleh para Pater Jesuit (Romo Markus dan Romo Sumarya) hanya akan membuahkan hasil maksimal bagi perkembangan YBHK kalau semua pihak dari YBHK secara proaktif menggali emas yang ada di kedua kepada pakar pendidikan Jesuit tersebut.
Pada umumnya, tidak ada pakar yang tidak sibuk maka, kesediaan membantu Jesuit yang simpatik ini harus digunakan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kita di bidang pendidikan.
- Artikel:
- Kirim komentar
- 548 kali dibaca
-


