Jumat, 24 November 2017
Home / Berita / Pelatihan Guru Bahasa Mandarin Se-YBHK Bersama Marshall Cavendish – Singapura

Pelatihan Guru Bahasa Mandarin Se-YBHK Bersama Marshall Cavendish – Singapura

Yayasan Bunda Hati Kudus senantiasa tak pernah berhenti melakukan pengembangan dan terobosan sebagai respon terhadap berbagai dinamika dan tuntutan perubahan dalam bidang pendidikan di era global ini. Terobosan dan pengembangan yang gencar dilakukan dalam mewujudkan impian untuk menjadi yang terdepan dan pertama dalam melakukan sesuatu, tidak sekedar sebagai pengikut (follower). Di samping itu, berbagai terobosan dan pengembangan juga dilakukan sebagai langkahh antisipatif dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) dan AFTA (ASEAN Free Trade Area), yang menjadikan kawasan regional ASEAN semakin terbuka dan dinamis.

Salah satu terobosan sekaligus pengembangan yang dilakukan adalah pelatihan untuk para guru bahasa Mandarin dari TK sampai SMA se-Yayasan Bunda Hati Kudus, bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education dari Singapura. Pelatihan yang mengusung tema : ”Improve Teacher’s Competence and Skill in Mandarin Teaching”, dilaksanakan di Aula lantai 4 Kantor Yayasan Bunda Hati Kudus, Jalan Kebon Jeruk Raya No. 19, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu, berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 11 – 12 September 2017.

Pastor A. Wensy Wowor, MSC selaku Ketua Pengurus Yayasan Bunda Hati Kudus dalam sambutan pembukaannya menegaskan beberapa hal antara lain : Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK) di Jakarta dengan Marshall Cavendish Education di Singapura. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para guru dalam mengajarkan bahasa Mandarin. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk mengembangkan diri agar lebih mampu dan terampil dalam mengajarkan bahasa Mandarin, yang saat ini telah bertransformasi sebagai salah satu bahasa dalam bidang bisnis dan perdagangan global.

Nara sumber dari Marshall Cavendish Education, Madame Lim Giok Leng sangat berkompeten dan terampil dalam membagikan pengalamannya sebagai expert sekaligus praktisi pengajaran bahasa Mandarin. Madame Lim juga sangat terampil memfasilitasi para peserta agar tidak kehilangan momen dalam membangkitkan keterampilan berpikir kreatif (creative thinking skill) siswa selama mengawal proses pembelajaran bahasa Mandarin dalam kelas. Nara sumber yang hanya bisa berbahasa Mandarin dan bahasa Inggris tersebut, memberikan pelatihan dalam bahasa Mandarin. Walaupun dalam bahasa Mandarin, pelatihan berlangsung sangat dinamis dan interaktif karena para peserta selalu dilibatkan selama proses pelatihan, lewat diskusi kelompok dan interactive games yang menarik. Hal lain yang juga sangat menonjol dipraktikkan nara sumber selama proses pelatihan adalah selalu memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban benar dari peserta. Pendekatan yang positif ini diharapkan dipraktikkan para peserta di dalam ruang-ruang kelas pembelajaran bahasa Mandarin. Semuanya bermuara pada bagaimana menstimulasi para guru (peserta) agar selalu berpikir kreatif untuk menemukan metode dan pendekatan yang tepat dalam mengajarkan bahasa Mandarin. Dengan demikian, kelas pembelajaran bahasa Mandarin menjadi hidup, dinamis, dan menyenangkan.

Pada sesi evaluasi di hari terakhir, kepala MP Pendidikan YBHK, Fransisca Driartanti menegaskan beberapa hal antara lain :

  1. Momentum kehadiran Madame Lim dalam pelatihan ini tidak hanya untuk mendampingi, tetapi sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan pengajaran bahasa Mandarin di YBHK, sebagai hasil kerja sama dengan Marshall Cavendish Education, sudah baik dan berkualitas.
  2. Nara sumber sangat berkompeten dan kreatif. Hal ini tampak dari kemampuan berbahasa Mandarin serta keterampilannya menggunakan properti dalam proses belajar-mengajar.
  3. Apa yang dipraktikkan nara sumber sangat sesuai dengan “Kurnas Bermutu” sehingga para peserta harus mampu mengimplementasikannya dengan baik, sesuai dengan filosofi “Kurnas Bermutu”.
  4. Kalau belajar bahasa Mandarin, maka guru harus menggunakan bahasa Mandarin, bukan bahasa yang lain.
  5. Para peserta perlu secara terus-menerus memperkaya kosa kata serta memperbaiki pelafalan bahasa Mandarinnya.
  6. Isi buku bahasa Mandarin dari Marshall Cavendish Education memang sedikit lebih sulit, tetapi hendaknya ini menjadi tantangan bagi para guru untuk terus mempelajari dan secara kreatif menemukan metode terbaik untuk mengajarkannya kepada para siswa. Jika ingin lulusan sekolah-sekolah di YBHK unggul dalam berbahasa Mandarin, maka harus didukung oleh guru-guru yang unggul serta buku-buku yang berkualitas.

Sementara itu, Pastor A. Wensy Wowor, MSC dalam closing statement-nya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada nara sumber dan semua pihak yang sudah berkontribusi demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pelatihan tersebut. Beliau juga mengajukan pertanyaan retoris kepada seluruh peserta. Pelatihan sudah berakhir. Apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Semuanya sangat tergantung bagaimana cara Anda mengimplementasikannya di dalam ruang-ruang kelas Anda. Hal penting yang juga perlu diperhatikan para peserta adalah harus secara kreatif memanfaatkan sumber apapun yang dapat membantu dalam mengajarkan bahasa Mandarin kepada para siswa. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Mandarin akan menjadi dinamis, hidup, dan menyenangkan bagi semua siswa.