Estafet Kepemimpinan Berjalan Mulus
Sekitar 50 orang lebih yang teridiri para Kepala Unit, para Kepala Sekolah, para Kepala Biro dan Staf Yayasan memadati ruang aula kantor Yayasan Bunda Hati Kudus, Jalan Kebun Jeruk No.19 Jakarta Barat untuk menyaksikan pergantian Ketua Pengurus Yayasan Bunda Hati Kudus.
Serah terima jabatan tersebut berlangsung pada hari Senin, 19 Oktober 2009, tidak biasanya pergantian Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bunda Hati Kudus kali ini diawali dengan Misa Akbar. Berkat Misa tersebut kita harapakan bahwa estafet kepemimpinan dari Bapak Aroby Javlean kepada penggantinya Bapak Romanus Mudjiono SPd,MPd berjalan dengan baik.
Misa pergantian Ketua Badan Pengurus YBHK dipersembahkan oleh tiga Pastor ,Rm.Budi Santoso MSC, Rm.Theo Rumondor MSC dan Rm.Iganitius Soesilo MSC. Misa diawali pembacaan akte notaris organ Yayasan baik Badan Pembina,Badan Pengawas maupun Badan Pengurus yang baru oleh Ketua Badan Pembina YBHK, Rm.Ignatius Soesilo MSC. Adapaun susunan lengkap dari masing-masing organ yayasan itu sebagai berikut :
Dewan Pembina YBHK
- Rm.Ignatius Soesilo Suwarno, MSC
- Rm.Theo Rumondor,MSC
- Rm. IC.Budi Santoso,MSC
Dewan Pengawas YBHK
- Felix Tarsisius Handoyo
- Br.Mathias Slamet Santoso
- Ferry Kartolo
- Namurdi Ramelie
Dewan Pengurus YBHK
- Romanus Mudjiono (Ketua)
- Cyprianus Tubun (Seketaris)
- Aang Runtukahu (Bendahara)
Dalam homilinya Rm.Soesilo mengatakan bahwa tema bacaan adalah Orang kaya tapi bodoh, namun beliau lebih memberikan sosok lain yaitu Abraham. Abraham adalah orang yang bijak, yang berani mengandalkan dan menyakini kekuatan Tuhan. Para pimpinan yang baru hendaknya mencontoh kepemimpinan Abraham
Setelah Misa dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang pertama kali adalah Ketua Pengurus yang lama , Bp. Aroby J.Javlean. Dalam sambutan singkatnya beliau memohon maaf apabila dalam kepemimpinannya ada hal-hal yang belum berhasil. Beliau juga legowo menerima keputusan dari Dewan Pembina dan siap untuk di audit apabila ada hal-hal yang perlu diklarifikasi dan pada akhirnya menyampaikan ucapan selamat bekerja bagi pengurus baru. Sifat terbuka dan menjunjung tinggi
”good Coporate” juga telah ditunjukkan oleh beliau dengan menyerahkan semua hak yang melekat pada dirinya sebagai ketua pengurus yaitu mobil dinas, laptop dan lain-lain kepada pengurus baru dan diterima oleh Ketua Pengurus YBHK yang baru Bp. Romanus Mudjijono. Selanjutnya Bp. Romanus diminta sambutannya sebagai ketua pengurus yang baru
”good Coporate” juga telah ditunjukkan oleh beliau dengan menyerahkan semua hak yang melekat pada dirinya sebagai ketua pengurus yaitu mobil dinas, laptop dan lain-lain kepada pengurus baru dan diterima oleh Ketua Pengurus YBHK yang baru Bp. Romanus Mudjijono. Selanjutnya Bp. Romanus diminta sambutannya sebagai ketua pengurus yang baru
Sambutan berikutnya adalah dari Ketua Pengurus Yayasan Bunda Hati Kudus yang baru, Bp. Romanus Mudjiono. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa proses penggantian kepemimpinan yang berlangsung sekarang ini memberikan contoh kepada generasi yang lebih muda bahwa kalau kita ada keberanian dan niat yang tulus bahwa pergantian kepemimpinan harus berjalan “excelent” maka pasti bisa. Hari ini kita dapat mewujudkan bahwa estafet kepemimpinan ketua pengurus YBHK berjalan dengan lancar, demikian lanjutnya.
Dikalangan guru dan karyawan keluarga besar YBHK, Pak Romanus-demikian putra kelahiran “Kota Gudeg” Yogayakarta pada 14 Mei 1951 ini biasa disapa-bukanlah orang baru. Beliau sering disebut karyawan YBHK yang paripurna karena semua jenjang sudah dilalui baik sebagai guru SD, guru SMP, dan guru SMA. Disamping itu seluruh jabatan yang ada di YBHK juga pernah beliau duduki seperti Wakil Kepala Sekolah SMP Tarsisius II, Kepala Sekolah SMP Tarsisius I, Kepala Sekolah SMA Tarisisus I, Kepala Biro Sarana dan Koodinator Lokasi (Korlok) Tarsisius I. Setelah itu beliau memasuki masa pensiun.
Baru sebentar merasakan nikmatnya sebagai pensiunan, Bapak Romanus diminta oleh Yayasan Karya Kasih untuk menjadi Kepala Sekolah SD Santo Andreas. Setahun kemudian beliau menjadi Seketaris Yayasan Karya Kasih dan terakhir di Yayasan Karya Kasih sebagai penasehat.
Berdasarkan SK Pembina No.14 yang dikelaurkan oleh Yayasan Bunda Hati Kudus beliau dianggkat menjadi Sekretaris YBHK per 17 Februari 2009. Delapan bulan kemudian beliau diangkat menjadi Ketua Pengurus YBHK.
Dalam shering imannya, beliau mengatakan bahwa semua keberhasilan yang sudah kita raih ini berkat kebersamaan kita yang mempunyai etiket baik dan mengandalkan pada kekuatan Tuhan dan Bunda Maria. Dengan kerendahan hati beliau mengatakan bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, kami menerima tugas sebagai Ketua Pengurus dari Dewan Pembina. Sebagai komitmen bersama yang simpatik yang beliau usung adalah hendaknya kita ada keberanian karena keberanian itu suatu keajaiban bahwa kehadiran kita apapun posisinya dapat bermanfaat bagi sekelilingnya. Hal ini sesuai dengan motto hidup Pak Romanus yaitu “Bekerja dengan baik dan bermanfaat untuk orang lain”. “Selain itu …..”, tuturnya menambahkan, “Saya Selalu bersyukur atas apapun keberadaan saya, karena semuanya itu adalah dari Tuhan yang terbaik untuk saya”.
Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Rm.Theo Rumondor, MSC sebagai ketua Dewan PGDP. Dalam pesan singkatnya beliau mengucapkan terima kasih kepada ketua pengurus lama Bp. Aroby J.Javlean dan ucapan selamat bekerja bagi pengurus baru dan berharap pengurus yang baru segera dapat membuat sistem kerja yang efektif dan efisien dan benar-benar menempatkan orang pada posisi yang tepat “On the right man on the right place” demikian pesannya. (Peliput : G. Budi Waluyo)
- Berita:

