Berita Sekolah YBHK
- ENAM PULUH TUJUH RIBU RUPIAH
- Agenda Kegiatan Kelas 9 Tahun 2012
- Sinterklas di TK Tarsisius 2 - 16 Desember 2011
- Sinterklas di TK Tarsisius 2 - 16 Desember 2011
- Classmeeting SMP Tarsisius 2 - 15 Desember 2011
- Congratulation To “Teachers Of The Year 2011” Pilihan Siswa/i SMA Tarsisius Vireta
- Kegiatan Siswa SD Damai
- KBM SMA Damai
- Gedung Sekolah Damai
Pimpinan Sekolah Harus Berani Melakukan Perubahan (Dari Workshop Pimpinan Sekolah YBHK)
Para pimpinan di YBHK, terutama pimpinan sekolah, harus berani melakukan perubahan seiring dengan berubahnya kehidupan yang terus bergerak sepanjang waktu. Sebab, apabila tidak, kita akan mati digilas oleh perubahan itu sendiri. Ketua YBHK, Bpk. Aroby J. Javlean, mengatakan hal itu dalam sambutannya ketika menutup Pelatihan/Workshop bagi para pimpinan sekolah se-YBHK, Sabtu sore 23 Februari 2008 lalu di aula persekolahan Tarsisius II, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Selain para pimpinan sekolah (kepala Sekolah dan wakilnya), pelatihan/workshop yang diselenggarakan
selama lima hari, yakni dari tanggal 18 hingga 23 Februari 2008 itu, diikuti pula oleh para Kepala Unit/Koordinator Lokasi (Korlok) Persekolahan YBHK dan beberapa stafnya (Kasi Pendidikan dan Kasi SDM/Umum), sehingga keseluruhannya berjumlah 56 orang.
Dikatakan oleh Pak Roby, apabila suatu ketika para pimpinan sekolah diberitahukan untuk berubah, maka mereka harus sudah siap melakukan perubahan. Namun diingatkan, agar dalam melaksanakan perubahan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati. “Organisasi bisa mati karena perubahan yang Anda lakukan …,” kata Pak Roby.
Menurut Ketua YBHK, untuk menjadi pemimpin yang lebih efekti, ada empat prinsip kepemimpinan yang harus diterapkan; yakni: Bertukar pikiran dengan orang-orang yang ingin dipengaruhi,; Menerapkan kaidah “Manusiawi” dalam berurusan dengan orang lain; Berpikiran maju, percaya akan kemajuan, dan mendesak untuk maju; serta Meluangkan waktu untuk berunding dengan diri sendiri dan menyadap kekuatan berpikir diri sendiri yang tertinggi.
Sementara itu, ketika memberikan pengarahan di sesi awal pelatihan, dengan topik “Sekolah Sebagai Suatu Sistem”, Pak Roby meminta kepada para pimpinan YBHK, khususnya pimpinan sekolah, untuk memusatkan perhatiannya bagi kepentingan organisasi (lembaga) dan semua stakeholdernya; dan bukan sebaliknya menjadikan keakuannya (egoisme) sebagai pusat perhatian. “Perubahan, transformasi, maupun reformasi tidak akan berjalan apabila para senior, para pemimpin berebut menjadi yang utama dengan segenap kekuasaan dan fasilitas di dalamnya,” ujarnya mengingatkan.
Menurut Pak Roby, apabila pusat perhatian sudah benar, maka selain prioritas akan menjadi benar, juga program-program perubahan pun bisa berjalan dengan benar, serta berlangsung secara cepat dan dinamis.
Renstra Biro Pendidikan 2007-2008
Pelatihan yang dibuka oleh Sekretaris YBHK, Bpk. Anton A. Corebima tersebut, diprakarsai oleh Biro Pendidikan dan diselenggarakan dalam rangka realisasi Rencana Strategi (Renstra) Biro Pendidikan 2007-2008, khususnya dalam Mengembangkan Profesionalisme dan Kompetensi Pimpinan Sekolah.
Selain Ketua YBHK, ikut ambil bagian sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Pengawas YBHK (Bpk. Paul Yosopandoyo), serta para Kepala Biro dan beberapa orang stafnya. Cyprinus Tubun (Kepala Biro Pendidikan), dengan topik bahasannya bertajuk “Kepala Sekolah dan Visi Masa Depan”, pada kesempatan tersebut menjelaskan tentang peranan para kepala sekolah dalam mengemban tugas mengantarkan sekolahnya menghadapi masa depan yang cukup berat.
Menurut Cyprianus, Kepala Sekolah memiliki peran ganda dalam melaksanakan tugasnya, yakni sebagai pemimpin dalam membina SDM sebagai bawahannya, serta sebagai Administrator dalam mengendalikan administratur di sekolahnya.
Sementara itu, pembicara lainnya, Stefanus Ngamanken (Kepala Biro Perlitbang dan Diklat) YBHK, pada kesempatan yang sama memberikan pengarahan tentang “Konsep Dasar Manajemen Kendali/Mutu”. Sedangkan Paul Joso (Pengawas YBHK) menjelaskan tentang “Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan”; Paul Tinambuan dan Emil Suyadi (keduanya staf Biro Pendidikan) masing-masing menjelaskan tentang “Diagnosa Organisasi Sekolah” dan “Fungsi Manajemen Kepala Sekolah”; Martin Rio (Kepala Biro Personalia) membahas tentang “Budaya Sekolah”; Budi Waluyo (Staf Biro Perlitbang dan Diklat) tentang “Cara melakukan evaluasi yang baik dan benar”; dan Joko Suhartono (Kepala Biro Keuangan) yang dibantu stafnya (Nurdin Tinambuan) menjelaskan tentang “Pengembangan RAPBS”Sementara itu, ketika memberikan pengarahan di sesi awal pelatihan, dengan topik “Sekolah Sebagai Suatu Sistem”, Pak Roby meminta kepada para pimpinan YBHK, khususnya pimpinan sekolah, untuk memusatkan perhatiannya bagi kepentingan organisasi (lembaga) dan semua stakeholdernya; dan bukan sebaliknya menjadikan keakuannya (egoisme) sebagai pusat perhatian. “Perubahan, transformasi, maupun reformasi tidak akan berjalan apabila para senior, para pemimpin berebut menjadi yang utama dengan segenap kekuasaan dan fasilitas di dalamnya,” ujarnya mengingatkan.
Menurut Pak Roby, apabila pusat perhatian sudah benar, maka selain prioritas akan menjadi benar, juga program-program perubahan pun bisa berjalan dengan benar, serta berlangsung secara cepat dan dinamis.
Renstra Biro Pendidikan 2007-2008
Pelatihan yang dibuka oleh Sekretaris YBHK, Bpk. Anton A. Corebima tersebut, diprakarsai oleh Biro Pendidikan dan diselenggarakan dalam rangka realisasi Rencana Strategi (Renstra) Biro Pendidikan 2007-2008, khususnya dalam Mengembangkan Profesionalisme dan Kompetensi Pimpinan Sekolah.
Selain Ketua YBHK, ikut ambil bagian sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Pengawas YBHK (Bpk. Paul Yosopandoyo), serta para Kepala Biro dan beberapa orang stafnya. Cyprinus Tubun (Kepala Biro Pendidikan), dengan topik bahasannya bertajuk “Kepala Sekolah dan Visi Masa Depan”, pada kesempatan tersebut menjelaskan tentang peranan para kepala sekolah dalam mengemban tugas mengantarkan sekolahnya menghadapi masa depan yang cukup berat.
Menurut Cyprianus, Kepala Sekolah memiliki peran ganda dalam melaksanakan tugasnya, yakni sebagai pemimpin dalam membina SDM sebagai bawahannya, serta sebagai Administrator dalam mengendalikan administratur di sekolahnya.
Sementara itu, pembicara lainnya, Stefanus Ngamanken (Kepala Biro Perlitbang dan Diklat) YBHK, pada kesempatan yang sama memberikan pengarahan tentang “Konsep Dasar Manajemen Kendali/Mutu”. Sedangkan Paul Joso (Pengawas YBHK) menjelaskan tentang “Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan”; Paul Tinambuan dan Emil Suyadi (keduanya staf Biro Pendidikan) masing-masing menjelaskan tentang “Diagnosa Organisasi Sekolah” dan “Fungsi Manajemen Kepala Sekolah”; Martin Rio (Kepala Biro Personalia) membahas tentang “Budaya Sekolah”; Budi Waluyo (Staf Biro Perlitbang dan Diklat) tentang “Cara melakukan evaluasi yang baik dan benar”; dan Joko Suhartono (Kepala Biro Keuangan) yang dibantu stafnya (Nurdin Tinambuan) menjelaskan tentang “Pengembangan RAPBS”
Sebelum penutupan, sebagai sesi terakhir dalam pelatihan dibahas tentang keberadaan website milik unit persekolahan dan kantor YBHK. Acara ini dipandu Lucia Wijaya, alumnus SMA Tarsisius I yang sarjana teknik komunikasi bidang periklanan lulusan perguruan tinggi di Negeri Jiran, Malaysia.
Selain mendengarkan pengarahan, para peserta selama mengikuti pelatihan juga melakukan presentasi dan diskusi, serta evalusi dan angket tentang materi dan hasil yang diraih dari setiap sesi. Dalam acara penutupan, telah dibagikan sertifikat kepada para peserta yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua YBHK, Bpk. Aroby J. Javlean kepada para Kepala Unit Persekolahan YBHK. ***
- Berita:
Similar
Copyright © 2012 Yayasan Bunda Hati Kudus. Hak cipta dilindungi undang-undang. Aturan Akses
