Yayasan Bunda Hati Kudus adalah suatu yayasan pendidikan yang boleh dikatakan yayasan yang besar karena mengelola 22 sekolah yang tersebar di tiga propinsi yaitu Propinsi DKI Jaya, Propinsi Banten dan Propinsi Jawa Tengah dengan jumlah siswa sekitar 6000 siswa dan 600 guru karyawan. Dalam Raker Ybhk tahun 2007/2008 dideklarasikan suatu program yang mendukung spiritualitas Bunda Hati Kudus yaitu Melayani Dengan Hati (MDH).Untuk mensukseskan MDH ini ternyata perlu adanya prasayarat yaitu antara lain harus ada perubahan paradigma dari para guru dan karyawan dalam memandang dan bersikap yang mengarah pada MDH. Sekarang sudah berjalan kita ingin mengevaluasi sudah sejauh mana pelaksanaan MDH tersebut.
Dalam penelitian evaluasi (evaluation research) MDH ini teori yang dipergunakan adalah teorinya Patricia Patton, seorang pakar EQ dan sekaligus pakar manajemen. Dalam bukunya Service With Emotinal Quotient, menururut Patricia Patton untuk dapat mewujudkan MDH maka ada dua hal yang pewrlu diperhatikan yaitu cara pandang dan sikap dalam melayani dengan hati yang dilakukan dengan benar kepada pelanggan.Cara pandang guru tentang MDH mempunyai tiga faktor yaitu pertama bagaimana para guru memandang diri sendiri, kedua bagimana kita memandang orang lain dan ketiga bagaimana kita memandang pekerjaan kita. Selanjutnya adalah sikap yang bagaimana yang dapat mewujudkan MDH, menurut Patricia adalah menghayati dan melaksanakan empat sikap P. Pertama sikap Passionate (gairah, kedua sikap Progressive (progresif), ketiga sikap Proactive (proaktif) dan keempat sikap Positive (positif).
Berdasarkan teori Patricia Patton tersebut dikembangkan sebuah instrumen beserta kisi-kisi sebagai panduan untuk membuat instrumen yang dapat menggali data yang sebenarnya dari para responden dalam hal ini guru.
Tujuan dari penelitian ini ada lima yaitu ingin mengetahui pelaksanaan MDH tiap sekolah, tiap jenjang,tiap unit dan se yayasan dan juga ingin mengetahui faktor penghambat jalannya MDH.
Hasil peneltian menunjukan rerata prosentase pelaksanaan MDH di jenjang SD 75,3% (dalam rentang cukup sampai baik tetapi lebih mendekati baik), di jenjang SMP 74,6% (dalam rentang cukup dan baik dan lebih mendekati baik), untuk jenjang SMA 67,5% (dalam rentang cukup dan baik tetapi mendekati cukup).Sikap guru yang menghambat terwujudnya MDH di semua jenjang adalah kurang sikap proaktif.